- Wereng
- Wereng Coklat (Nilaparvata lugens)
- Wereng hijau/ wereng daun (Nephotettix virescens Distant)
- Wereng Zig – Zag (Recilia dorsalis)
- Wereng Punggung putih (Sogatella fircifera)
- Klasifikasi Golongan Auchenorrhyncha (wereng)
- Deskripsi
- Gejala
- Pengendalian
- Pengendalian Mekanis/ fisik : dapat dilakukan dengan cara menanam tanaman yang varietas tahan wereng seperti Ciherang, Mekongga, dan Cigeulis, dan bersihkan gulma,singgang dari sawah dan areal sekitarnya.
- Pengendalian secara Biologis yaitu menggunakan musuh alami yaitu :
- Predator : Capung kecil/ kinjeng dom (Agriocnemis spp.), kumbang stacfilinea (paederus fuscipes), laba-laba, kepik, dan belalang bertanduk panjang (Conocephalous longipennis).
- Parasitoid : jamur penting pada pengendalian hama secara hayati yaitu jamur Metarhizium anisopliae metch soroki. Jamur Manisopliaevar anisopliae dapat menginfeksi serangga dari kelompok ordo Orthoptera, Coleoptera, Hemiptera, Lepidoptera dan Hymenoptera .
- Entomo pathogen : Penggunaan cendawan entomopathogen yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan wereng antara lain : Beauveria bassiana, Metarrhizium anisopliae, M. flavoviridae dan Hersutella citriformis. dan Bakteri Merah Serratia spp.
- Pengendalian secara Kimiawi
- Penggerek Batang Padi Putih (Scirpophaga innotata)
- Klasifikasi
- Deskripsi
- Gejala
- Pengendalian
- Predator adalah musuh alami yang langsung memakan hama. Adapun Predator spesifik telur penggerek batang adalah belalang Conocephalus longipennis (CABI, 2001). Predator pada ngengat antara lain adalah laba-laba, capung, dan burung. Larva dan pupa terdapat di dalam batang padi dan terhindar dari musuh alami.
- Parasitoid adalah serangga yang hidup sebagai parasit selama masa pra dewasa penggerek, parasitoid untuk membatasi populasi penggerek batang. Parasitoid telur yang paling banyak dikembangkan, antara lain : Tricogramma japonicum Ashmead, Telenomus rowani (Gahan), dan Tetrastichus schoenobii Ferriere.
- Entomopatogen : Cendawan B. bassiana juga mampu menginfeksi beberapa jenis serangga hama, terutama dari ordo Lepidoptera, Hemiptera, Homoptera, dan Coleoptera. Namun, cendawan tersebut lebih efektif mengendalikan hama dari ordo Coleoptera.
- Pengendalian Secara Kimiawi ; Perlu diperhatikan bahan aktif yang terkandung di dalam insektisida, bahan aktif yang dapat digunakan antara lain karbofuran, tiokloprid, fipronil dan karbosulfan (bersifat sistemik). Bahan aktif yang bersifat racun kontak antara lain dimehipo, bensultaf, mitac dan imidakloprid.
- Keong Mas (Pomacea canaliculata)
- Klasifikasi
- Deskripsi
- Gejala
- Pengendalian
- Pengendalian Mekanik/ fisik
- Pengendalian secara biologis yaitu menggunakan musuh alami yaitu :
- Predator : Burung, itik, kura-kura dan ikan pada sistem ini, manajemen air untuk memberi kemungkinan dapat memakan telur juga mesti dilakukan, sehingga peluang menetas dan berkembang biak keong dapat diputuskan.
- Parasitoid : virulensi nematoda parasit siput dapat menyebabkan kematian hama keong mas.
- Entomopatogen : digunakan untuk memberantas jasad yang berupa cendawan (jamur).
- Pengendalian Kimiawi
- Tikus Sawah (R. argentiventer)
- Klasifikasi
- Deskripsi
- Gejala
- Pengendalian
- Pengendalian mekanik/ fisik ; dapat diakukan dengan gerakan bersama (gropyokan massal). Gerakan ini dilakukan serentak pada awal tanam melibatkan seluruh petani, berbagai cara untuk menangkap/membunuh tikus seperti penggalian sarang, pemukulan, penjeratan, pengoboran malam.
- Pengendalian biologis dapat menggunakan musuh alami yang terdiri atas :
- Predator : Menggunakan musuh alami tikus, yaitu ular sawah, burung seperti burung elang dan burung hantu.
- Parasitoid : S.Singaporensis merupakan parasit tikus yang potensial untuk mengendalikan populasinya dan ramah lingkungan.
- Entomopathogen : Pada tubuh tikus sawah terinfeksi berbagai jenis cacing, sehingga memberikan umpan tikus menggunakan patogen seperti bakteri almonella dapat dilakukan, tetapi umpan rodentisida tersebut juga membahayakan kesehatan manusia.
- Pengendalian kimiawi : Rodentisida digunakan hanya apabila populasi tikus sangat tinggi terutama pada saat bera atau awal tanam. Penggunaan rodentisida harus sesuai dosis anjuran bila diperlukan gunakan insektisida yang berbahan aktif BPMC atau karbofuran.
- Ulat Grayak ( Spodopera litura)
- Klasifikasi
- Deskripsi
- Gejala
- Pengendalian
- Pengendalian mekanik/ fisik : Mengumpulkan telur dan ulat-ulat langsung membunuhnya, persemaian jauh dari areal yang banyak rerumputan, sanitasi persemaian penggenangan persemaian, baik yang sudah terserang/belum terserang sehingga ulat grayak tidak dapat menggerek pangkal batang padi.
- Pengendalian biologis dapat menggunakan musuh alami yang terdiri atas :
- Predator: andrallus sp., Carabidae, Vespidae, Lycosa pseudoannnulata (Araceae), Paederusfuscipes (Coleoptera), Euburelliastali(Dermaptera), Eocantheocona furcellata (Hemiptera).
- Parasitoid : yang bisa digunakan adalah telenomus spodopterae Dodd (Sceliomidae), microplitis similis (Eulopidae), serta Peribaea sp. (Taghinidae).
- Entomopathogen : dari jenis patogen adalah Se NPV, nomura sp., dan jamur steinernema sp.
- Pengendalian kimiawi : Penyemprotan insektisisda yang mangkus dan sangkil seperti Hostathion 40EC 2 cc/lt atau Orthene 75 SP 1 gr/lt. dapat pula dengan menggunakan pestisida yang lain, misalnya Azodrin, Curracron 500 EC, Exalux 25 EC, dan lain-lain.
- Walang sangit (Leptocorixa acuta)
- Klasifikasi
- Deskripsi
- Gejala
- Pengendalian
- Pengendalian Mekanis/fisik
- Pengendalian Biologis dapat dilakukan dengan cara :
- Predator ; seperti laba-laba dan menanam jamur yang dapat menginfeksi walang sangit.
- Parasitoid : parasit telur walang sangit yang utama adalah Gryon nixoni dan Ooencyrtus malayensis.
- Entomopatogen : Penggunaan cendawan entomopathogen yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan walang sangit yaitu Beauveria bassiana.
- pengendalian kimia dapat dilakukan dengan cara menggunakan insektisida Bassa 50 EC, Tetrin 30 EC, Mipcin 50 WP, dan Exocet 50 EC.
Empat jenis hama Wereng yang menyerang tanaman
padi yaitu :


Gambar wereng zig-zag dan wereng punggung putih

Berikut penjelasan dari beberapa wereng diatas
:
Famili : Flatidae, Delphacidae, Jassidae, Membracidae
Contoh hama kelompok ini :
Ѻ Nilaparvata lugens (famili Delphacidae) =
Wereng batang cokelat.
Ѻ Sogatela furcifera (famili Delphacidae) =
Wereng punggung putih. Ѻ Nephotettix
spp. (famili Jassidae) = Wereng hijau.
Ѻ Recilia dorsalis (famili Jassidae) = Wereng
loreng/zig-zag leafhopper
Wereng memiliki alat mulut bertipe pencucuk pengisap dan
rostumnya muncul dari bagian posterior kepala. Alat-alat tambahan baik pada
kepala maupun thorax umumnya sama dengan anggota Hemiptera. (Rioardi, 2009).
Wereng batang coklat merupakan serangga dewasa berwarna coklat
berukuran 4-5 mm. Ciri-ciri tubuh hama ini hampir sama dengan ciri-ciri tubuh
hama dari Ordo Hemiptera yaitu mata, caput, thorax, abdomen, sayap dan rostum
(moncong). Bentuk telur seperti sisir pisang pada jaringan batang yang masih
muda; 7-10 hari. Nimfa 8-17 hari
(antena seperti rambut; nimfa dialami selama beberapa instar). Imago lama hidup 18-28 hari, bersayap disebut
macroptera, bersayap pendek disebut brachyptera. Wereng hiaju ini berwarna
hijau berukuran 4 – 6 mm, telurnya berbentuk bulat panjang/lonjong berwarna
terang (kuning pucat), berukuran 1,3 X 0,30 mm. Telur ini diletakkan
berderet-deret sebanyak 5-25 butir. Telur menetas setelah 4 – 8 hari membentuk
serangga muda (nimfa). Nimfa ini mengalami 5 kali ganti kulit selama 16 -18
hari. Disamping menyerang padi, juga menyerang rerumputan lainnya. Hemiptera
(kepik sejati), subordo Fulgoromorpha, khususnya yang berukuran kecil.
Wereng coklat apabila menyerang tanaman padi, maka tanaman
tersebut akan mengering pada satu lokasi secara melingkar di sebut juga hopper
burn. Sedangkan wereng hijau dan wereng zig- zag/loreng adalah sebagai vector
virus tungro. Dimana virus tungro ini merupakan penyebab penyakit kerdil
rumput dan penyebab kerdil hampa pada tanaman padi. Tergantung saat penyebaran
virus oleh wereng hijau tersebut. Apabila wereng tersebut menyebarkan virus
tungro pada saat padi dalam kondisi masa pertumbuhan maka padi akan terkena
penyakit kerdil rumput. Sedangkan apabila menyebarkan virus tungro pada saat
sedang bunting maka padi akan terkena penyakit kerdil hampa. Akibat-akibat
yang disebabkan oleh jenis wereng ini bisa menyebabkan gagal panen (puso).
Jenis pestisida yang dianjurkan untuk mengendalikan hama wereng
ini adalah insektisida yang berbahan aktif: amitraz, buprofezin, beauveria
bassiana 6.20 x 1010 cfu/ml, BPMC, fipronil, imidakloprid, karbofuran,
karbosulfan, metolkarb, MIPC, propoksur, dan tiametoksam.
Ketika melakukan penyemprotan sebaiknya dimulai dengan membuka
(“membiak”) antara barisan tanaman, kemudian menyemprot tanaman dengan
mengarahkan semprotan ke bagian batang bawah. Hal ini dilakukan karena
biasanya wereng berada di bagian batang bawah.
Kerajaan : Animalia
Filum : Arthropoda
Upafilum :Hexapoda
Kelas :Insecta
Ordo :Lepidoptera
Superfamily :Piralomidea
Family :Crambidae
Genus : Scirpophaga
Spesies :S.Innotata
Ciri-ciri dari hama ini adalah mata, mulut, caput, thorax,
abdomen, kaki semu, dan kaki thoraksial. Larva yang baru menetas berwarna
abu-abu, kemudian menjadi krem muda, kepalanya berwarna lebih tua, kuning,
cokelat, dengan panjang ± 20-25 mm. Pupa berwarna kuning yang terbungkus kokom
warna putih. Sedangkan imagonya mempunyai warna sayap muka coklat kekuningan.
Ukuran imago jantan lebih kecil daripada ukuran betina dan berwarna coklat
muda. Kedua pasang sayap ordo Lepidoptera mirip membran yang penuh dengan
sisik. Bila sisik tersebut dipegang akan mudah menempel pada tangan.
Gejala serangannya Pada
fase vegetatif (sundep) pucuk – pucuk tanaman kering dan mati karena batang
digerek oleh larva, sedangkan pada fase generatif (beluk) malai menjadi hampa,
berwarna putih dan berdiri tegak, pucuk dan malai yang terserang mudah
dicabut.
a. Pengendalian Secara Mekanik/ fisik
Pengendalian mekanik dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
pengambilan kelompok telur secara intensif di persemaian, dan penangkapan
ngengat secara massal dengan menggunakan lampu, memerlukan 23 lampu
petromak/ha dan penggunaan feromon dapat secara nyata mengurangi serangan
penggerek batang padi putih.
b. Pengendalian Secara Biologi yaitu menggunakan musuh
alami yaitu :

Kingdom : Animalia
Filum : Moluska
Kelas : Gastropoda
Ordo : Mesogastropoda
Famili : Ampullariidae
Genus : Pomacea
Spesies : Pomacea
canaliculata
Cangkang berbentuk bulat mengerut, berwarna kuning ke emasan,
berdiameter 1,2-1,9 cm, tinggi 2,2-3,6 cm, dan berat 4,2-15,8 g. Seekor
keong mas betina mampu bertelur 500 butir dalam seminggu dengan masa
perkembangbiakan selama 3-4 tahun. Keong mas betelur pada pagi dan sore
hari, telur akan menetas dalam waktu 7-14 hari dan hari ke-60 keong telah
menjadi dewasa dan dapat berkembang.
Keong mas (Pomacea canaliculata)
merusak tanaman padi dengan cara memarut jaringan tanaman dan memakannya,
menyebabkan adanya bibit yang hilang pertanaman. Tingkat serangan hama
tersebut pun tergolong cukup tinggi. Serangan berat umumnya terjadi di
persemaian sampai tanaman, pada tanaman dewasa gangguan keong mas hanya
terjadi pada anakan sehingga jumlah anakan produktif menjadi berkurang.
Pembuangan keong mas, sebar benih lebih dan sanitasi saluran
irigasi, pembuangan keong, pada daerah endemik keong, benih ditanam lebih
tua umur 15 s/d 20 hari, Pasang saringan di pemasukan air.
Penggunaan bahan kimia yang tidak merusak lingkungan dapat juga
direkomendasikan. Asam anakardat yang diekstrak dari minyak kulit jambu mete,
telah diuji-cobakan dan dapat membunuh keong mas (Rudyanto dan Mercellino,
2006). Teaseed meal merupakan obat yang
umum di pasaran, untuk membunuh keong mas, kilogram. Selain itu, dapat juga
digunakan saponin, tembakau, dan bibit pinang sebagai bahan pengendali
(pembunuh) keong mas.
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Rodentia
Famili : Muridae
Upafamili :
Murinae
Genus : Rattus
Spesies : R.
argentiventer
Ciri-ciri morfologinya yaitu kepala, mata, kumis, perut, kaki
depan, kaki belakang dan ekor. Tikus sawah memiliki ciri-ciri tubuh antara
lain bulu-bulu tubuh bagian ventral berwarna keabu-abuan atau biru keperakan.
Panjang ekor biasanya sama atau lebih pendek daripada panjang tubuh+kepala.
Gejala serangannya yaitu tikus menyerang berbagai
tumbuhan, menyerang di persemaian, masa vegetatif, masa generatif, masa
panen, tempat penyimpanan, bagian tumbuhan yang disarang tidak hanya
biji-bijian tetapi juga batang tumbuhan muda, tikus membuat
lubang-lubang pada pematang sawah dan sering berlindung di semak-semak.Tikus
Sawah (Rattus argentiventer Rob Kloss )
merupakan hama utama tanaman padi dari golongan mamalia (binatang
menyusui). Kerusakan akibat serangan tikus sawah bisa mengakibatka nilai
kerugian yang jauh lebih tinggi dibanding serangan Organisme Pengganggu
Tanaman (OPT) lain.
Kingdom : Animalia
Divisio : Arthropoda

Kelas : Insekta
Ordo : Lepidoptera
Famili : Noctuidae
Genus : Spodoptera
Spesies : Spodoptera litura
Serangga ini memiliki ukuran panjang badan 20 - 25 mm, dan
untuk seekor serangga betina dapat bertelur 1.500 butir dalam
kelompok-kelompok 300 butir. Serangga ini sangat aktif pada malam hari,
sementara pada siang hari serangga dewasa ini diam ditempat yang gelap dan
bersembunyi. Serangga ini memiliki telur dengan bentuk bulat. Pada bagian
punggungnya terdapat 4 garis berwarna hitam yang membujur sepanjang
badan.
Ulat grayak menyerang tanaman dengan cara bergerombol memakan
daun, sehingga menyebabkan daun berlubang-lubang dan rusak. Gejala serangan
ditandai dengan daun tanaman meranggas, biasanya hanya tersisa tulang daunnya
saja. Pada serangan parah, tanaman akan gundul kehabisan daun. Jika
populasinya sangat tinggi, larva pada stadium akhir dapat menghabisi seluruh
daun tanaman hanya dalam waktu semalam yang akhirnya menyebabkan kegagalan
panen.
Kingdom : Animalia
Philum : Arthropoda
Class :Insecta
Ordo : Hemiptera
Family : Alydidae
Genus : Leptocorixa
Spesies
: Leptocorixa acuta (walang sangit)
Walang sangit (Leptocorisa
oratorius) secara umum morfologi tersusun dari antenna, caput, toraks,
abdomen, tungkai depan, tungkai belakang, sayap depan dan sayap belakang.
Serangga ini memiliki sayap depan yang keras, tebal dan tanpa vena. Sayap
belakang bertipe membranus dan terlipat dibawah sayap dengan saat serangga
istirahat. Tipe alat mulut yaitu penggigit-pengunyah dengan kemampuan
mandibular berkembang dengan baik. Pada beberapa jenis, khususnya dari suku
Curculionadae alat mulutnya terbentuk moncong yang terbentuk di depan kepala (Sudarmo,
2000).
Walang sangit menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga menghisap butir-butir
padi yang masih cair, sehingga menyebabkan tanaman
kekurangan hara dan menguning (klorosis), kulit biji akan berwarna
kehitam-hitaman, dan perlahan-lahan melemah.
Pengendalian secara mekanis/fisik dapat dilakukan :
Penanaman secara serentak, membersihkan sawah dari segala macam
rumput yang tumbuh disekitar sawah agar tidak menjadi tempat berkembang biak
bagi walang sangit, menangkap walang sangit pada pagi hari dengan jaring
penangkap.